The School Is My Second Home
And My Job (as a teacher) Is My Second Husband Or Family
Ungkapan di atas merupakan suatu hal yang sangat melekat pada diri saya. Tak heran kalau salah seorang rekan saya guru Bahasa inggris mengatakan bahwa saya terlalu memikirkan karir yang menurutnya itu adalah suatu pembodohan. Menurutnya hidup ini yang penting adalah bagaimana kita selagi masih bisa dan mampu mengumpulkan uang untuk masa depan anak-anak dan juga masa tua kita. Apalah artinya karir ataupun jabatan kalau tidak sesuai dengan money yang kita terima.
Tapi sebetulnya saya menjalani hidup ini seperti air mengalir, saya hanya menjalankan tugas sesuai dengan amanah yang telah diletakkan di pundak saya. Tidak pernah terpikir oleh saya untuk menduduki suatu jabatan apalagi sampai ambisi sekali bahkan sampai menghalalkan segala cara. Hanya satu hal yang selalu saya usahakan untuk mengerjakan sesuatu dengan sebaik-baiknya dan memberikan kepuasan pada semua orang. Saya tahu bahwa banyak kekurangan yang saya miliki dan saya harus berusaha meminimalisir kekurangan tersebut dengan selalu berkarya dengan sebaik-baiknya.
Bidang profesi saya adalah mencetak anak bangsa yang merupakan aset negara dan aset dunia maupun akhirat bagi orangtunya. Saya pikir saya terlalu berani untuk memutuskan menjadi seorang guru, dengan kemampuan saya yang sangat minim kecerdasan yang hanya sedang-sedang saja, sedangkan bidang profesi tersebut sangat berat, memberi warna pada generasi ini dengan taruhan kelangsungan dari NKRI.
Dua puluh tujuh tahun saya bergelut dengan dunia pendidikan, wajah para siswa silih berganti setiap tahun. Saya mencintai profesi saya, dan karena kebutuhan pasar dan desakan era globalisasi mengharuskan saya untuk meningkatkan kualitas diri, dan saya pikir seorang guru memang harus meng up date dirinya agar tidak ditinggal zaman.
Banyak waktu saya habiskan untuk urusan pekerjaan sebagai guru. Untungnya sang suami juga berprofesi sama dengan saya dan mempunyai persepsi yang sama. Jadinya kami enjoy dengan keadaan kami sekarang
MELAWAT KE NEGERI KUALA LUMPUR
Pada tanggal 19 Mei 2008 beserta rombongan Sekolah Dasar Negeri 3 Pangkalpinang mengunjungi kuala Lumpur Malaysia. Saya bertekad untuk ke sana untuk merintis kerjasama dengan sekolah yang ada di Kuala Lumpur dalam hal pendidikan.
Hari pertama menngunjungi Sekolah Kebangsaan Malaysia, sekolah dasar negeri yang termasuk baik dan merupakan anak dari Microsoft.
Tag: Add new tag